Bencana Tanah Longsor Mendominasi Wilayah DIY Selama Dua Bulan Pertama 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta merekapitulasi sebanyak 354 peristiwa bencana alam sepanjang Januari hingga Februari 2026 (berdasarkan pembaruan data per 3 Maret 2026). Dari total insiden tersebut, musibah tanah longsor mendominasi dengan catatan 300 kejadian.
Selain longsor, BPBD DIY juga mencatat beberapa jenis bencana lainnya di wilayah DIY:
-
Cuaca ekstrem: 39 kejadian
-
Banjir luapan: 6 kejadian
-
Kebakaran: 5 kejadian
-
Gempa bumi dirasakan: 4 kejadian
Sebaran Wilayah dan Dampak Kerusakan
Titik bencana terbanyak terkonsentrasi di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul, yang kemudian disusul oleh Bantul, Sleman, hingga Kota Yogyakarta. Rangkaian bencana ini memicu dampak kerusakan yang cukup parah:
-
Fasilitas dan Infrastruktur: Ratusan pemukiman warga, gedung sekolah, serta perkantoran mengalami kerusakan. Akses jalan raya, jaringan listrik, dan fasilitas umum turut terganggu akibat banyaknya pohon tumbang.
-
Kerugian & Korban Jiwa: Total kerugian material diperkirakan menembus angka miliaran rupiah. Selain merusak properti, bencana ini memakan korban luka-luka, warga mengungsi, hingga jatuhnya korban jiwa.
Himbauan Kesiapsiagaan dari BPBD DIY
Menyikapi tingginya ancaman bencana hidro-meteorologi, BPBD DIY meminta masyarakat untuk memperketat kewaspadaan, khususnya ketika cuaca buruk atau hujan deras melanda. Warga diimbau untuk:
-
Memantau perkiraan cuaca secara berkala dari kanal resmi BMKG.
-
Memangkas dahan pohon yang lapuk/berisiko tumbang serta rutin membersihkan drainase.
-
Menjauhi serta tidak mendirikan bangunan di kawasan rawan tebing/longsor.
-
Segera melapor ke pihak berwenang atau BPBD jika menemukan potensi bahaya atau situasi darurat di lingkungan sekitar.
JAVATEKNO
Ryan