BEKASI, KOMPAS.com – Tumpukan sampah yang memenuhi aliran Kali PJT di RT 02/RW 02, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai mendapat penanganan dari petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi pada Kamis (17/9/2026).
Petugas mulai melakukan pembersihan secara langsung untuk mengurangi tumpukan sampah yang menutupi sebagian besar permukaan kali. Proses pembersihan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.
Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan proses pengangkutan dan pembersihan sampah diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Menurutnya, petugas akan terus melakukan penanganan di lokasi hingga kondisi kali kembali lebih bersih.
"Hari ini kami melakukan aksi bersih-bersih sampah. Kita estimasi sekitar dua sampai tiga hari baru selesai. Yang pasti, kami akan melakukan aksi langsung," ujar Dedi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis.
Dedi menjelaskan, proses pembersihan Kali PJT dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah pihak. Beberapa pihak yang turut terlibat antara lain pemerintah kelurahan, kecamatan, serta manajemen PDAM Tirta Bhagasasi.
Kerja sama tersebut dilakukan agar proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Dalam pelaksanaannya, PDAM Tirta Bhagasasi akan membantu menyediakan alat berat yang dibutuhkan untuk mengangkat tumpukan sampah dari badan kali.
Sementara itu, DLH Kabupaten Bekasi bertugas menyiapkan armada pengangkut untuk membawa sampah yang telah dikumpulkan menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
"Jadi kami mau ada kolaboratif," kata Dedi.
Dedi juga meminta masyarakat untuk bersabar selama proses pembersihan berlangsung. Ia menjelaskan bahwa penanganan tumpukan sampah dalam jumlah besar membutuhkan waktu, tenaga, serta pengaturan armada yang tidak sedikit sehingga tidak dapat diselesaikan secara instan.
"Pasti akan kami tangani. Tapi mungkin butuh proses," ujar Dedi.
Selain melakukan pembersihan di Kali PJT, DLH Kabupaten Bekasi juga harus tetap menjalankan pelayanan pengangkutan sampah rutin bagi masyarakat. Karena itu, pengerahan armada ke lokasi pembersihan perlu diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu pelayanan kebersihan di wilayah lainnya.
Menurut Dedi, truk pengangkut sampah yang berada di unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pada hari-hari biasa tetap digunakan untuk mengangkut sampah dari permukiman warga. Oleh sebab itu, DLH perlu melakukan persiapan dan pembagian armada secara matang sebelum seluruh proses pembersihan dilakukan.
"Supaya tidak mengganggu pelayanan juga. Kami harus prepare-nya lebih matang. Jadi tidak ada pihak yang merasa ditinggalkan, bahasa sederhananya gitu," tutur Dedi.
Sebelumnya, tumpukan sampah dilaporkan memenuhi Kali PJT di RT 02/RW 02, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Rabu (16/9/2026) sore, kondisi badan kali terlihat dipenuhi berbagai macam jenis sampah.
Sampah yang terlihat antara lain kantong plastik, botol dan gelas plastik, styrofoam, wadah makanan, kemasan makanan dan minuman, hingga sampah organik. Berbagai jenis sampah tersebut bercampur dengan tanaman eceng gondok yang turut memenuhi permukaan kali.
Tumpukan sampah bahkan terlihat menutupi sebagian besar permukaan air. Di beberapa titik, sampah hampir menutup seluruh badan kali sehingga membuat aliran air menjadi lebih sempit dan berpotensi menghambat kelancaran aliran.
Kondisi Kali PJT yang dipenuhi sampah tersebut juga menimbulkan keluhan dari warga sekitar. Selain mengganggu pemandangan, tumpukan sampah mengeluarkan bau tidak sedap dan menjadi tempat berkumpulnya lalat.
Dengan dimulainya proses pembersihan oleh DLH bersama sejumlah pihak terkait, kondisi Kali PJT diharapkan dapat kembali lebih bersih. Penanganan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi gangguan yang dirasakan masyarakat serta membantu menjaga kelancaran aliran air di kawasan tersebut.
JAVATEKNO
Ryan