Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 menjadi wadah pertemuan bagi para pemimpin serta pelaku industri digital dari berbagai negara untuk membahas perkembangan ekosistem digital di kawasan Asia Pasifik.
Kegiatan yang digelar oleh PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), sebagai salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), berlangsung di Bali dengan menghadirkan rangkaian konferensi dan side events. Berbagai topik strategis dibahas, termasuk pembangunan infrastruktur konektivitas, layanan cloud, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
BATIC 2026 mengangkat tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress”. Gelaran tersebut diikuti lebih dari 2.700 delegasi yang berasal dari lebih dari 760 perusahaan dan 67 negara. Acara ini juga melibatkan 72 sponsor dan exhibitor serta menghasilkan lebih dari 4.500 pertemuan yang dijadwalkan melalui aplikasi BATIC.
Konferensi utama berlangsung selama dua hari dengan sejumlah sesi yang membahas perkembangan teknologi dan industri digital. Pada hari pertama, Senior Managing Director Teneo Sam Evans membuka konferensi dengan pembahasan mengenai peran jaringan generasi berikutnya dalam menunjang pertumbuhan ekonomi sekaligus kehidupan masyarakat.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini kemudian menyampaikan keynote berjudul “Empowering the Digital Future: Connectivity, Innovation, and Growth”. Ia menekankan bahwa jaringan berteknologi tinggi, otomatisasi yang memanfaatkan AI, serta infrastruktur digital memiliki peran penting dalam menciptakan berbagai peluang pertumbuhan baru.
Menurut Dian, perkembangan ekosistem digital membutuhkan fondasi konektivitas yang kuat dan inovasi yang terus dikembangkan. Kerja sama antarberbagai pihak juga diperlukan agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta mendukung pertumbuhan digital secara berkelanjutan.
Transformasi industri yang berlangsung cepat turut mendorong TelkomGroup untuk memperkuat strategi bisnisnya. Melalui strategi TLKM 30, TelkomGroup berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan industri telekomunikasi dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Strategi tersebut terdiri atas empat pilar, yakni operational and service excellence, streamlining, unlock value, serta modus-operandi shift. Keempatnya dijalankan untuk mendukung perubahan TelkomGroup dari perusahaan yang sebelumnya berorientasi pada konektivitas menjadi perusahaan dengan kemampuan yang lebih kuat dalam bidang infrastruktur dan intelligence.
BATIC 2026 juga menjadi kesempatan bagi berbagai perusahaan untuk memperluas jaringan bisnis dan membangun kerja sama baru. Para peserta berasal dari berbagai sektor, mulai dari operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, hyperscaler, investor, regulator, hingga perusahaan digital dari berbagai negara.
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian dalam ekosistem digital adalah semakin luasnya penggunaan AI. Peningkatan adopsi AI turut mendorong kebutuhan terhadap konektivitas yang stabil, pusat data, layanan cloud, serta infrastruktur digital yang mampu mendukung berbagai kebutuhan teknologi tersebut.
Melalui rangkaian diskusi dan pertemuan yang digelar, BATIC 2026 tidak hanya membahas perkembangan industri telekomunikasi, tetapi juga mempertemukan berbagai pihak untuk membangun kolaborasi dalam ekosistem digital.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat upaya Indonesia dalam mengambil peran sebagai pusat kolaborasi digital di kawasan Asia Pasifik dan mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi digital yang semakin terhubung dan berkelanjutan.
JAVATEKNO
Ryan