Intel Kembali Melirik Bisnis Memori di Tengah Booming AI

JAVATEKNO MITRA SOLUSI - Intel Kembali Melirik Bisnis Memori di Tengah Booming AI
Intel kembali mempertimbangkan untuk masuk ke bisnis produksi memori di tengah meningkatnya permintaan chip memori akibat perkembangan teknologi AI dan pembangunan pusat data. Salah satu kemungkinan yang sedang dibahas adalah kerja sama dengan SK Hynix melalui penyewaan fasilitas manufaktur Intel di Ohio atau pembentukan perusahaan patungan bersama perusahaan cloud. Meski demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap pembahasan awal dan belum menghasilkan kesepakatan resmi. SK Hynix maupun Intel juga belum mengonfirmasi bentuk kerja sama maupun jenis memori yang akan diproduksi. Jika rencana tersebut terealisasi, langkah ini dapat menjadi perkembangan penting bagi Intel untuk kembali memperluas bisnis memorinya setelah sebelumnya menjual bisnis NAND flash kepada SK Hynix. Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan DRAM dan HBM menunjukkan bahwa industri memori memiliki peran semakin penting dalam mendukung perkembangan AI dan pusat data secara global.

Bloomberg Technoz, Jakarta – Intel dikabarkan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk kembali terjun ke bisnis produksi memori. Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya permintaan terhadap chip memori yang digunakan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Intel dan produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, tengah melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan produksi chip memori di Amerika Serikat.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah SK Hynix menyewa sebagian fasilitas manufaktur Intel yang saat ini sedang dibangun di Ohio. Selain itu, terdapat pula kemungkinan pembentukan perusahaan patungan yang melibatkan Intel, SK Hynix, dan perusahaan cloud yang membutuhkan pasokan memori dalam jumlah besar.

Pembicaraan antara kedua perusahaan tersebut masih berada pada tahap awal. Hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai bentuk kerja sama maupun jenis memori yang nantinya akan diproduksi, seperti dilansir dari The Daily Upside, Kamis (17/9/2026).

Di sisi lain, SK Hynix mengatakan bahwa perusahaan sedang mengevaluasi berbagai pilihan untuk memperkuat daya saing bisnis memorinya. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membangun basis produksi tambahan. Namun, perusahaan menegaskan bahwa belum terdapat rencana maupun kesepakatan khusus yang telah ditetapkan.

SK Hynix juga menyampaikan bahwa terdapat kemungkinan untuk menyewa sebagian fasilitas produksi chip Intel yang telah lama direncanakan di Ohio atau membentuk usaha patungan bersama Intel dan sejumlah perusahaan cloud computing, sebagaimana dilaporkan Bloomberg News.

“Kami ingin mengklarifikasi bahwa belum ada keputusan final terkait kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tertentu yang disebutkan dalam artikel tersebut atau produksi chip memori di Amerika Serikat. SK Hynix sedang menjajaki berbagai opsi untuk memperkuat daya saing globalnya, namun belum ada rencana atau kesepakatan spesifik yang telah disepakati hingga saat ini,” jelas SK Hynix.

Sementara itu, Intel juga belum memberikan konfirmasi mengenai rencana tersebut. Perusahaan menyebut informasi tersebut masih berupa spekulasi, meskipun Intel tetap melanjutkan investasi untuk mempersiapkan fasilitas manufakturnya di Ohio.

CEO Intel, Lip-Bu Tan, sebelumnya menekankan pentingnya perusahaan untuk fokus pada bidang yang memiliki potensi kepemimpinan teknologi, termasuk teknologi pengemasan canggih. Di sisi lain, Intel juga dinilai perlu membangun kemitraan pada bidang yang memiliki keunggulan teknologi di pihak lain, menurut analis Citigroup Atif Malik, Elizabeth Sun, dan James Bowlin.

Memori Pernah Menjadi Bisnis Awal Intel

Bisnis memori memiliki sejarah penting bagi Intel karena menjadi salah satu bidang usaha pertama perusahaan tersebut. Intel mulai memproduksi chip memori sejak era 1960-an. Namun, seiring berjalannya waktu, Intel mengurangi keterlibatannya dalam bisnis memori dan kemudian menjual bisnis NAND flash kepada SK Hynix.

Transaksi tersebut bernilai sekitar US$9 miliar atau setara dengan Rp149 triliun. Proses transaksi mulai dilakukan pada 2020 dan akhirnya diselesaikan pada 2025.

Wacana untuk kembali memasuki bisnis memori muncul ketika industri semikonduktor sedang menghadapi peningkatan permintaan yang sangat besar akibat pembangunan pusat data berbasis AI. SK Hynix sendiri merupakan salah satu produsen utama DRAM dan NAND flash serta menjadi salah satu pemasok utama high-bandwidth memory (HBM) yang digunakan bersama prosesor AI.

HBM menjadi komponen penting dalam sistem komputasi AI karena mampu menyediakan bandwidth data yang tinggi sehingga dapat mendukung proses pengolahan model AI dengan kebutuhan data yang besar.

Meningkatnya kebutuhan dari perusahaan AI dan pusat data turut membuat pasokan memori semakin ketat. Kondisi tersebut mendorong perusahaan teknologi dan penyedia layanan cloud untuk berupaya mengamankan ketersediaan chip memori demi memenuhi kebutuhan komputasi mereka.

Menurut Reuters, salah satu skenario yang sedang dibicarakan adalah melibatkan perusahaan cloud dalam pembentukan perusahaan patungan bersama Intel dan SK Hynix. Skema tersebut berpotensi memberikan kepastian pasokan memori bagi perusahaan cloud sekaligus memungkinkan Intel memanfaatkan fasilitas manufakturnya yang berada di Ohio.

Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti jenis memori yang nantinya akan diproduksi. Produk yang dimiliki SK Hynix mencakup DRAM, NAND flash, dan HBM. Rencana produksi HBM atau DRAM di Amerika Serikat juga berpotensi mendapatkan pemeriksaan dari pemerintah Korea Selatan karena teknologi tersebut dapat masuk dalam kategori teknologi inti nasional.

Selain rencana fasilitas di Ohio, SK Hynix juga tengah membangun fasilitas baru dengan nilai investasi sekitar US$4 miliar di Indiana. Fasilitas tersebut akan difokuskan sebagai pusat pengemasan HBM dan ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua 2029.

Berbeda dengan rencana produksi di Ohio, fasilitas SK Hynix di Indiana merupakan fasilitas back-end. Fasilitas tersebut akan menggunakan DRAM yang kemudian diproses dan dikemas menjadi produk HBM untuk memenuhi kebutuhan industri AI yang terus berkembang.

""

Penulis: Ryan
URL:
Headline: Intel Kembali Melirik Bisnis Memori di Tengah Booming AI
Tanggal Update: 22 Sep 2026

Berita Teknologi Dari Portal Lain

Kami juga menyajikan beragam berita dari portal berita lain untuk melengkapi berita di Laman Javatekno
2 tahun yang lalu
Cyber Week is here and the beauty deals are rolling in. Sitewide sales seems to be the new fad this holiday season: Kosas, Paula’s Choice and Glossier are all at least 20% off while bigger retailers such as Sephora and Ulta have deals on everything from Olapl…
Variety
2 tahun yang lalu
Black Friday is here, but there are often so many deals to choose from that it can get overwhelming. From electronics to home goods, beauty and wellness, to gifts, it’s hard to determine what items are actually worth buying on sale — and what’s just a bunch o…
Variety
2 tahun yang lalu
Maximize your views & exposure with these tried & true content distribution strategies that are recommended regardless of industry, audience or business.
Justcreative.com
2 tahun yang lalu
Black Friday is one of the best times of the year to pick out a new smart device. Whether you’re shopping for yourself or a loved one, plenty of deals are going around, and we’ve scoured the depths of Amazon UK to bring you the best tablet and smartwatch deal…
GSMArena.com
2 tahun yang lalu
In order to defy climate change and the bark beetle, more deciduous trees are being planted in Swiss forests. If possible, their wood should be used several times before it ends up as firewood, thus releasing the previously bound CO? back into the atmosphere.…
Phys.Org
2 tahun yang lalu
A Curtin University study has revealed that a new method of capturing DNA could provide farmers with a valuable tool for boosting crop production—while also benefiting the environment.
Phys.Org

Informasi

intel-kembali-melirik-bisnis-memori-di-tengah-booming-ai
Startup
Ryan
22 Sep 2026
9 kali

Berita Lainnya
Dalam kategori yang sama

JAVATEKNO - Niat Uji Coba, AI Gemini Google Malah Bobol Sistem 3 Perusahaan
Niat Uji Coba, AI Gemini Google Malah Bobol Sistem 3 Perusahaan
Artikel ini membahas insiden mengejutkan ketika Gemini, model kecerdasan buatan milik Google, secara ...
JAVATEKNO - Top 3 Tekno: Gemini Bobol Sistem 3 Perusahaan hingga GTA 6 Online Dikabarkan Hadir 2027
Top 3 Tekno: Gemini Bobol Sistem 3 Perusahaan hingga GTA 6 Online Dikabarkan Hadir 2027
Artikel ini membahas tiga berita teknologi yang sedang menjadi perhatian, mulai dari kemampuan AI Ge ...
JAVATEKNO - Perkuat Ekosistem Inovasi, ITB Gelar Bandung Startup Pitching Day 2026
Perkuat Ekosistem Inovasi, ITB Gelar Bandung Startup Pitching Day 2026
1. Pelaksanaan & Penyelenggara Inisiator: Kolaborasi lima penggerak ekosistem digital Bandung, yait ...
JAVATEKNO - Dorong Industri 4.0, Pemerintah Manfaatkan Inovasi Startup dalam Penanganan Bencana
Dorong Industri 4.0, Pemerintah Manfaatkan Inovasi Startup dalam Penanganan Bencana
1. Inti dan Tujuan Kerja Sama Kemenperin berkolaborasi dengan perusahaan rintisan (startup) lokal u ...
JAVATEKNO - Perkuat Ekosistem Digital, Kemenekraf Jajaki Kerja Sama Pendanaan dengan Amvesindo
Perkuat Ekosistem Digital, Kemenekraf Jajaki Kerja Sama Pendanaan dengan Amvesindo
Tujuan Kolaborasi: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa akses investasi da ...
JAVATEKNO - Dorong Startup Mahasiswa, PASINBIS UNAIR
Dorong Startup Mahasiswa, PASINBIS UNAIR
Capaian dan Luaran yang Diharapkan: Saat ini terdapat 144 unit startup aktif di lingkungan UNAIR, d ...
JAVATEKNO - Kemenekraf dan Amvesindo Gandeng Tangan Perluas Akses Pendanaan Startup Ekraf
Kemenekraf dan Amvesindo Gandeng Tangan Perluas Akses Pendanaan Startup Ekraf
Tujuan Utama: Kemenekraf memperluas akses pembiayaan non-perbankan untuk membantu pelaku usaha dan s ...
JAVATEKNO - Perkuat Rantai Logistik dan Teknologi, Indonesia Siap Tanggap Bencana Berbasis Industri 4.0
Perkuat Rantai Logistik dan Teknologi, Indonesia Siap Tanggap Bencana Berbasis Industri 4.0
Kementerian Perindustrian melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) bekerja sama denga ...
JAVATEKNO - Maxim Tambah Empat Layanan Baru Tanpa Dana Investor saat Komisi Ojol Turun Menjadi 8%
Maxim Tambah Empat Layanan Baru Tanpa Dana Investor saat Komisi Ojol Turun Menjadi 8%
Maxim Indonesia terus mengembangkan bisnisnya dengan menambah beberapa layanan baru, seperti Car EV, ...
JAVATEKNO - Ancaman Super El Nino Bayangi Kredit Sektor Pertanian, OJK Minta Industri Siaga
Ancaman Super El Nino Bayangi Kredit Sektor Pertanian, OJK Minta Industri Siaga
OJK mengimbau industri pembiayaan untuk memperkuat mitigasi risiko di sektor pertanian dan perikanan ...
JAVATEKNO - Bukan Cuma Buat Belanja, Begini Cara Pelaku Usaha Gunakan PayLater untuk Putar Modal
Bukan Cuma Buat Belanja, Begini Cara Pelaku Usaha Gunakan PayLater untuk Putar Modal
Laporan Kredivo bersama FEB UI mengungkap lebih dari 50% penggunaan PayLater dialokasikan untuk sekt ...
JAVATEKNO - DANA Manfaatkan Teknologi AI untuk Analisis Profil Risiko dan Limit Pinjaman Nasabah
DANA Manfaatkan Teknologi AI untuk Analisis Profil Risiko dan Limit Pinjaman Nasabah
DANA memperluas ekosistem keuangan lewat integrasi kecerdasan buatan (credit scoring dan agentic AI) ...
JAVATEKNO - Bukan Ekuitas, CIIC 2026 Kucurkan Hibah Rp15 Miliar dan AI untuk Saring Inovasi Iklim
Bukan Ekuitas, CIIC 2026 Kucurkan Hibah Rp15 Miliar dan AI untuk Saring Inovasi Iklim
Pendaftaran CIIC 2026 garapan East Ventures dan Temasek resmi dibuka dengan hibah senilai Rp15 milia ...
WhatsApp