Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menggenjot percepatan adopsi Industri 4.0 di sektor manufaktur nasional. Langkah ini tidak hanya difokuskan untuk memacu produktivitas pasar, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sistem mitigasi dan penanganan bencana alam di Indonesia melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pendorong utama transformasi digital bukan sekadar kepemilikan teknologi canggih, melainkan pembentukan digital mindset agar teknologi tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Inovasi Penanggulangan Bencana dari Dua Startup Lokal
Untuk mewujudkan ekosistem kebencanaan yang mandiri, PIDI 4.0 telah menjalin kolaborasi strategis dengan dua startup lokal:
-
TechnoGIS (Sleman, DI Yogyakarta)
Fokus pada teknologi geospasial dan analisis lingkungan. Beberapa inovasi unggulannya meliputi:
-
NiVO VTOL: Drone pemetaan cepat yang mampu mengirimkan data geospasial wilayah terdampak bencana secara real-time.
-
Blue Marine Echosounder: Perangkat pengukur kedalaman laut berakurasi tinggi untuk memetakan jalur patahan bawah laut serta menganalisis sedimentasi sungai guna mencegah potensi banjir luapan.
-
-
BATARI Energy (Cimahi, Jawa Barat)
Mengembangkan teknologi energi bersih dan penyimpanan daya pintar (energy storage), seperti:
-
Perangkat panel surya dan energi portabel untuk menyuplai listrik darurat di daerah pascabencana.
-
Baterai berkapasitas besar berbobot ringan untuk mendukung durasi operasional drone pemetaan bencana.
-
Sebagai bentuk dukungan perluasan pasar, Kemenperin juga memboyong kedua perusahaan ini dalam ajang Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di JIExpo Kemayoran pada 9–12 September 2026.
Penguatan SDM dan Logistik Bencana
Selain mengandalkan kesiapan teknologi, Kemenperin menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil di bidang logistik kebencanaan melalui Politeknik APP Jakarta (Program Studi D3 Manajemen Logistik Industri Elektronika). Langkah ini diambil mengingat pentingnya peran rantai pasok dan logistik dalam mempercepat masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
JAVATEKNO
Ryan