Maxim Indonesia terus memperluas ekosistem bisnis dan layanannya di tengah penerapan kebijakan komisi sebesar 8%. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa pengembangan layanan tersebut bukanlah respons langsung terhadap kebijakan baru tersebut.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan bahwa dalam satu bulan terakhir perusahaan telah meluncurkan tiga layanan baru, yaitu Car EV, Car Plus, dan Car Hemat. Selain itu, Maxim juga menghadirkan Bike Delivery Xpress sebagai upaya memperkuat layanan pengiriman.
“Langkah ini lebih merupakan bagian dari perkembangan yang bertepatan dengan penerapan kebijakan komisi baru, bukan respons langsung terhadap kebijakan tersebut,” ujar Dirhamsyah kepada Katadata.co.id, Rabu (9/9).
Menurut Dirhamsyah, pengembangan berbagai layanan tersebut merupakan bagian dari strategi dan rencana pertumbuhan yang telah disiapkan perusahaan sebelumnya. Perluasan layanan serta penyesuaian tarif dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah dengan tetap mempertimbangkan tingkat permintaan dan kebutuhan pengguna.
Saat ini, Maxim telah beroperasi di lebih dari 400 kota di Indonesia. Perusahaan juga masih membuka peluang untuk menjangkau wilayah-wilayah baru guna memperluas cakupan operasionalnya.
“Kami terus mengeksplorasi wilayah-wilayah baru untuk menjangkau lebih banyak pengguna serta menghadirkan solusi yang komprehensif bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari,” katanya.
Di tengah ekspansi tersebut, Maxim menyatakan tidak mendapatkan tambahan investasi eksternal baru. Perusahaan memilih memanfaatkan sumber daya keuangan yang sudah tersedia melalui realokasi anggaran dan optimalisasi biaya operasional.
“Ekspansi ini tidak didorong oleh adanya investasi eksternal baru, melainkan melalui realokasi sumber daya keuangan internal dan optimalisasi anggaran perusahaan,” ujar Dirhamsyah.
Salah satu fokus utama penggunaan anggaran tersebut adalah pengembangan teknologi. Maxim terus meningkatkan platform digital agar semakin stabil, mudah digunakan, serta memiliki fitur yang lebih lengkap untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan mitra.
Selain mengembangkan teknologi, Maxim juga mengandalkan sumber daya lokal di setiap wilayah operasional dengan melibatkan mitra serta tenaga ahli regional. Strategi tersebut dinilai dapat membantu perusahaan menyesuaikan layanan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah secara lebih fleksibel, sekaligus menjaga efisiensi operasional.
Strategi Maxim Menjaga Pendapatan Mitra Ojol
Terkait penerapan komisi baru sebesar 8%, Maxim menyebut kebijakan tersebut menjadi bagian dari periode realokasi sumber daya perusahaan. Maxim mengklaim strategi pengembangan dan diversifikasi layanan dapat membantu menjaga keseimbangan antara pendapatan platform dengan bagian pendapatan yang diterima oleh mitra pengemudi.
Perusahaan juga menilai semakin beragamnya pilihan layanan dapat memberikan kesempatan kepada mitra untuk meningkatkan produktivitas. Dengan tersedianya lebih banyak jenis layanan, mitra memiliki peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan.
“Ini sekaligus membuka peluang memperoleh pendapatan lebih tinggi,” kata Dirhamsyah.
Selain layanan transportasi, ekosistem Maxim juga mencakup layanan pengantaran makanan dan barang melalui Foods&Goods. Perusahaan turut menyediakan layanan pengangkutan barang melalui Maxim Cargo serta berbagai layanan asisten pribadi, seperti Massage, Cleaning, dan Helper.
Maxim menyatakan bahwa keberadaan berbagai layanan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan, tetapi juga membuka semakin banyak peluang ekonomi bagi para mitra pengemudi.
Di sisi lain, Maxim juga menyebut sejumlah bentuk dukungan bagi mitra, antara lain perlindungan dan santunan kecelakaan melalui program YPSSI, bantuan kepesertaan BPJS, program insentif berkala, pelatihan, bantuan sosial, hingga Bonus Hari Raya (BHR).
Melalui strategi diversifikasi layanan dan optimalisasi sumber daya tersebut, Maxim berharap dapat terus memperluas jangkauan bisnis dan memberikan lebih banyak pilihan layanan kepada masyarakat. Perusahaan juga berupaya mempertahankan efisiensi operasional sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan antara platform, mitra pengemudi, dan pengguna.
JAVATEKNO
Ryan