Dikeluarkan dari MSCI, Manajemen dan Analis Sebut Kinerja Fundamental GoTo Tetap Solid
Pengeluaran saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari Indeks MSCI dinilai oleh para pengamat tidak mencerminkan penurunan kinerja bisnis perusahaan, melainkan murni faktor teknis pasar.
1. Dipicu Faktor Teknis dan Likuiditas
Langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) merebalancing portofolionya berdampak pada aksi jual otomatis oleh pengelola dana pasif (passive funds). Penyesuaian ini terjadi karena saham GOTO tertahan di level harga Rp50 per saham selama beberapa bulan, yang berujung pada menurunnya volume perdagangan harian secara signifikan di pasar reguler.
2. Kinerja Keuangan Justru Menunjukkan Tren Positif
Di balik penyesuaian indeks tersebut, kinerja keuangan GOTO sepanjang semester I 2026 justru mencatatkan rekor positif:
-
Laba Bersih: Meraup keuntungan hingga Rp423 miliar sepanjang paruh pertama 2026 (Rp171 miliar di Kuartal I dan naik ke Rp252 miliar di Kuartal II).
-
EBITDA Grup Disesuaikan: Tembus di atas Rp1 triliun pada Kuartal II 2026, berpeluang mencapai target tahunan di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
-
Pendapatan Bersih: Menembus Rp5,7 triliun pada Kuartal II 2026 dengan margin yang terus menebal.
3. Masih Masuk Indeks Utama Domestik
Meski tak lagi tercantum dalam indeks global seperti MSCI dan FTSE, saham GOTO masih menjadi bagian dari indeks acuan pasar modal Indonesia, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Hal ini memberi ruang bagi investor institusi lokal—seperti dana pensiun, manajer investasi, dan asuransi—untuk tetap mengoleksi saham GOTO.
JAVATEKNO
Ryan