Salah satu kisah sukses penting dalam pertanian dan teknologi di Indonesia adalah pertumbuhan perusahaan rintisan perikanan, eFishery. Dengan penekanan pada inovasi dalam industri perikanan, eFishery telah menawarkan solusi cerdas yang membantu pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi, efisiensi, dan keberlanjutan perusahaan mereka.
Para petani ikan akan mendapatkan keuntungan yang signifikan dari integrasi metode penangkapan ikan tradisional dengan kemajuan teknis yang mutakhir melalui platform digitalnya yang canggih, yang juga membantu sektor perikanan Indonesia berkembang.
Lebih lanjut, perusahaan perikanan asal Bandung ini akan membuka cabang di India. Kuartal pertama tahun 2019 akan menjadi awal dimulainya operasi ini. Sejak September tahun lalu, kami telah beroperasi sebagai pilot komersial selama 12 bulan terakhir.
Co-Founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan, "Kami akan resmi beroperasi secara komersial pada tahun depan," pada hari Rabu (11/10) dalam acara konferensi pers Ulang Tahun ke-10 eFishery di Sabuga, Bandung.
Startup perikanan ini memilih India karena pengaruh dan kemungkinan pasarnya yang sangat besar. Selain itu, pasarnya juga mirip dengan Indonesia, dimana banyak terdapat pembudidaya skala kecil.
"Pangsa pasarnya sekitar $9 miliar hingga $10 miliar, mirip dengan Indonesia. Pasar udang di sana lebih kecil dari Indonesia. "Pertumbuhannya 30% per tahun, sementara Indonesia hanya 13%," kata Gibran.
Selain itu, ekspansi sektor perikanan India tidak terbatas pada satu wilayah saja. Meskipun ada pembudidaya udang dari Aceh hingga Papua, pasar di Indonesia berpusat di Jawa. Akibatnya, budi daya udang di Indonesia memiliki biaya produksi yang lebih tinggi.
Kami percaya dampaknya mungkin lebih tinggi karena eFishery melihat kepadatan penduduk India. Jika ada lebih banyak pembudidaya di suatu tempat, akan lebih baik untuk meningkatkan skala," katanya.
Ia menunjukkan bahwa produksi petani ikan di India hanya seperlima dari produksi petani ikan di Indonesia. eFishery akan membawa teknologi ini ke India.
Fishery terus mengembangkan kehadirannya dan berkontribusi dalam mewujudkan potensi laten pasar bagi industri perikanan untuk menggandakan hasil produksi para pembudidaya udang di India. "
Ada pasar yang cukup besar untuk individu selain industri konsumen. Dengan kata lain, melipatgandakan konsumsi satu piring ikan per bulan orang India sebanyak dua miliar.
"Kami melihat potensi dampak dan peluangnya. Ini sama dengan apa yang kami bangun di Indonesia," ujar CEO eFishery, Gibran Huzaifah.
Dalam hal ini, perikanan tidak hanya mencapai kesuksesan finansial tetapi juga muncul sebagai pemain penting dalam memajukan keberlanjutan dan ketahanan pangan global di India. Kontribusi eFishery dalam mengubah lanskap industri perikanan semakin nyata, dan semangat inovasinya mendorong pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan.
Sumber terkait: https://efishery.com
JAVATEKNO
Kharisma Muzayyana